SATU KASUS PERMASALAHAN ANAK DI MEDIA MASSA

a.     Berikan ringkasan isi dari kasus tersebut!

Kasus permasalahan pada anak di media massa yang saya pilih berjudul “Tertangkap Basah Berbonceng Tiga, Bocah SD Ini Nangis di Depan Polisi”, diambil dari Suarajogja.id (23/10/2020). Isi dari berita ini yakni menceritakan mengenai tiga anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar yang dihentikan oleh beberapa polisi ketika mengendarai motor berbonceng tiga tanpa menggunakan helm saat hendak berangkat ke masjid. Ketiga anak tersebut diminta untuk berhenti dan turun dari motornya. Namun dari ketiga anak itu, ada satu anak yang tidak mau turun dari motor. Rupanya ia merupakan anak dari pemilik motor itu. Ketika ditanyai oleh bapak polisi mengenai keberadaan orangtua dari anak tersebut, anak itu malah menangis. Ia menangis karena takut motornya akan dibawa oleh polisi. Tak lama setelah itu, datang seorang lelaki yang diduga ayah dari anak yang tidak mau turun dari motor karena takut motornya diambil oleh pak polisi tadi. Kemudian diselesaikanlah permasalahan itu dengan laki-laki yang merupakan orangtua dari anak SD tersebut.

b.      Analisalah tentang kasus tersebut dengan menggunakan konsep sosialisasi dan kepribadian!

Media sosialisasi atau yang biasa kita kenal dengan agen sosialisasi merupakan tempat dimana sosialisasi itu terjadi atau sarsana sosialisasi. Yang dimaksud agen-agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang membantu seorang individu menerima nilai-nilai atau tempat dimana seorang individu belajar terhadap segala sesuatu yang kemudian menjadikannya dewasa. Beberapa media sosialisasi yang utama adalah keluarga, kelompok bermain atau teman sebaya, sekolah, lingkungan, dan media massa.

Berdasarkan kasus di atas, hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya interaksi antara anggota keluarga. Anak-anak hidup di dalam suatu kelompok individu yang disebut keluarga, sehingga salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi perilaku anak-anak adalah interaksi antar anggota keluarga. Harmonis atau tidaknya, intensif atau tidaknya interaksi antar anggota keluarga akan mempengaruhi perkembangan sosial anak yang ada di dalam keluarga.

Kurangnya interaksi antara anak dengan orangtua menyebabkan anak kurang mendapatkan perhatian. Sehingga anak merasa dibebaskan untuk melakukan segala hal tanpa adanya batasan. Termasuk dalam mengendarai motor walau umurnya masih di bawah umur. Tentunya hal tersebut dapat terjadi karena diperbolehkannya si anak untuk mengendarai motor oleh orangtuanya.

Seharusnya orangtua dari anak itu memberi pengetahuan kepada anaknya mengenai bahayanya mengendarai motor di bawah umur yang berkaitan dengan kurangnya kestabilan emosi dari anak itu. Apalagi anak itu mengendarai motor dengan tidak menggunakan helm dan berbonceng tiga. Hal tersebut sudah sangat jelas melanggar peraturan berkendara yang ada. Peranan orangtua (keluarga) sebagai agen sosialisasi dalam kasus ini terlihat sangat kurang. Perlu adanya perbaikan dalam mengajarkan pengetahuan-pengetahuan dasar seperti peraturan berkendara kepada anaknya dan juga diperlukan menambah intensitas interaksi antara orangtua dan anak, sehingga orangtua dapat mengetahui secara mendetail kondisi anaknya.

 

 

Daftar Pustaka :

Priatmojo, Galih. 2020. Tertangkap Basah Berbonceng Tiga, Bocah SD Ini Nangis di Depan Polisi (Online). Dari https://jogja.suara.com/read/2020/10/23/191500/tertangkap-basah-berbonceng-tiga-bocah-sd-ini-nangis-di-depan-polisi. Diakses pada 23 Oktober 2020.

http://digilib.uinsby.ac.id/1896/4/Bab%202.pdf 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBUDAYAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT SEJAHTERA

ETIKA BERSOSIAL MEDIA

KAITAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN PERADABAN