KAITAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN PERADABAN
Revolusi
industri jelas memberikan pengaruh terhadap peradaban manusia di dunia. Hal
tersebut ditunjukkan dengan peran teknologi mengambil alih hampir sebagian
besar aktivitas perekonomian. Revolusi industri pertama ditandai dengan adanya
mesin uap yang menggantikan tenaga manusia dan hewan. Lalu, revolusi industri
kedua ditandai dengan munculnya konsep produksi massal diiringi pemanfaatan
tenaga listrik. Selanjutnya, revolusi industri ketiga mulai memanfaatkan
teknologi otomasi pada kegiatan industri. Sedangkan, pada revolusi industri
keempat ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara
optimal, tidak hanya sebatas proses produksi, tetapi juga seluruh mata rantai
industri hingga menghasilkan model bisnis yang baru berbasis digital. Sehingga
tercipta efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih bermutu.
Dari
penjelasan di atas mengenai era-era revolusi, dari yang pertama hingga keempat
telah menunjukkan bahwa revolusi industri 4.0 jelas memberikan pengaruh
terhadap peradaban manusia di dunia. Dari yang awalnya semua mengandalkan tenaga
manusia, hingga saat ini semua berubah menjadi berbasis digital. Apalagi di era
revolusi industri 4.0 saat ini, semua hal dapat diakses dari mana saja dan
kapan saja. Semua dilakukan secara digital, sehingga membuat semua pekerjaan
semakin mudah dilakukan dan lebih efisien. Seperti yang dijelaskan pada modul
manusia dan peradaban (kegiatan belajar 4) pada pertemuan kelima, bahwa manusia
akan terus mengeksplor pengetahuan-pengetahuan secara lebih luas dan mendalam
sehingga menghasilkan teknologi dan kebudayaan-kebudayaan yang baru. Hal
tersebut juga dilakukan agar manusia dapat terus eksis dan dapat beradaptasi
dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi di dunia ini. Perkembangan dan
perubahan tersebut akan terus berlangsung secara dinamis dari waktu ke waktu.
Kaitannya
revolusi indutri 4.0 dengan bidang keilmuan biologi, yaitu dengan adanya new
biology abad 21. Yang dimaksud dengan new biology abad 21 ialah abad
globalisasi dan abad teknologi informasi. Ditandai dengan perubahan dan
pergeseran dalam segala bidang yang berlangsung secara tepat serta mempengaruhi
kehidupan manusia. Abad 21 juga dikenal sebagai abad bioteknologi, yang
merupakan cabang ilmu yang mempelajari teknik dan inovasi untuk memanfaatkan
suatu organisme untuk kesehatan manusia di bumi ini. Perkembangan bioteknologi
berkaitan dengan cloning, rekaya genetika, berkembangnya daya komputasi, dan
microarray.
Contoh
lain dari adanya revolusi industri 4.0 yaitu dengan adanya ilmu bioinformatika.
Bioinformatika berasal dari kata bio (molecular) dan informatika yang merupakan
gabungan dari ilmu biologi dan ilmu teknik informasi. Secara lebih jelasnya,
bioinformatika merupakan ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional
untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Tujuan dari bioinformatika
ini adalah untuk memahami tentang sel hidup dan bagaimana fungsinya pada
tingkat molekuler. Topik utama bioinformatika meliputi basis data untuk
mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens, prediksi struktur untuk
meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis
filogenetik, dan analisis ekspresi gen. Pengaplikasiannya seperti interaksi
protein-ligand (desain obat berbasis pengetahuan), analisis filogenetik
molekuler (forensik molekuler, keanekaragaman hayati dan konservasi), dan
analisis profil ekspresi gen (pengembangan varietas tanaman baru). Latar
belakang dari adanya ilmu yang mempelajari tentang bioinformatika ini adalah
adanya ledakan data (data explosion) observasi biologi sebagai hasil yang
dicapai dari kemajuan bioteknologi. Contohnya adalah pertumbuhan pesat database
DNA pada genbank. Sedangkan contoh untuk perkembangan bioinformatika dalam
dunia sains yang diketahui oleh orang umum yakni aplikasi genom mikroba,
molekuler di bidang klinis, diagnosa penyakit baru, forensik, dan penemuan
obat.
Kemudian
contoh terakhir yaitu dengan adanya teknologi AR, yang mana juga dapat
mendukung perkembangan ilmu biologi yang ada. AR merupakan penggabungan
informasi digital termasuk model 3D, gambar, video, dan audio ke dalam ruang
dunia nyata. AR bertujuan untuk memadukan realitas dengan lingkungan virtual,
memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan keduanya, baik dengan objek
fisik dan juga digital. Dalam bidang pendidikan, teknologi ini masih sedikit
dikembangkan sehingga peluang untuk pengembangan media berbasis teknologi AR masih
sangat terbuka lebar. Tujuan penggunaan teknologi AR adalah menambahkan
pengertian dan informasi pada dunia nyata dimana sistem AR mengambil dunia
nyata sebagai dasar dan menggabungkan beberapa teknologi dengan menambahkan
data kontekstual agar pemahaman seseorang menjadi jelas. Dalam pembelajaran
biologi penggunaan AR bisa menampilkan visualisasi 3D yang dapat membantu siswa
memahami konsep-konsep biologi yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata
khususnya pada kajian tentang anatomi manusia seperti pada konsep sistem saraf.
Augmented Reality (AR) tidak memerlukan
seperangkat alat khusus untuk menikmatinya. Sebagai contoh, hanya dengan
smartphone atau tablet yang memiliki aplikasi AR didalamnya, kita sudah dapat
menikmati sensasi dunia virtual yang muncul dalam dunia nyata. Lebih serunya
lagi, konten augmented reality jauh lebih mengedepankan efektivitas
dibanding hiburan dalam penerapannya dikehidupan masyarakat.
Daftar Pustaka :
Anonim. 2020. Ketahui 2 Hal Inti Perbedaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) (Online). Dari https://www.smarteye.id/blog/perbedaan-virtual-reality-dan-augmented-reality/#:~:text=Secara%20umum%2C%20Virtual%20Reality%20(VR,dalam%20beberapa%20hal%20berikut%20ini. Diakses pada 23 Oktober 2020.
Kurniawan, Alif. 2018. Apa Itu Bioinformatika? (Online). Dari https://medium.com/@alifkurniawan/apa-itu-bioinformatika-127dbdc0d83a. Diakses pada 23 Oktober 2020.
Komentar
Posting Komentar