Ibadah Penting Lhooo
Jangan lupakan yang satu inin lho gengssss
Manusia diciptakan untuk hidup di dunia
ini bukan tanpa suatu alasan. Penciptaan manusia di dunia ini mempunyai suatu
tugas yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. yaitu untuk beribadah kepada Allah
Swt. Namun banyak diantara kita yang menganggap ibadah itu hanyalah sekadar
menjalankan rutinitas sebagai kewajiban seperti sholat dan puasa. Padahal hal
tersebut sangatlah berbeda dengan tujuan Allah Swt. menciptakan manusia ke
dunia ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan : “Ibadah
adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan
diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin)
maupun yang nampak (lahir).” Dari pengertian yang disampaikan Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah tersebut ibadah adalah apa-apa yang kita lakukan di muka bumi ini
semuanya harus atas dasar untuk Allah Swt. semata, untuk mencari ridha-Nya dan
harus dengan hati yang ikhlas.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui
bahwa ibadah tidak hanya untuk sekadar menjalankan kewajiban-kewajiban yang
diperintahkan oleh Allah Swt. seperti sholat dan puasa saja. Ibadah dalam islam
meliputi semua urusan kehidupan yang mempunyai paduan erat dalam semua lapangan
kehidupan baik di dunia maupun di akhirat, tidak ada pemisahan diantara
keduanya. Islam mengajarkan kepada kita bahwa setiap perbuatan yang dilakukan
oleh manusia ada nilai dan balasannya baik itu dapat berupa pahala maupun dosa.
Termasuk juga dalam makna ibadah ialah setiap perbuatan, perkataan manusia baik
zahir maupun batin yang disukai dan diridhai oleh Allah Swt., bercakap benar,
mematuhi perkataan orangtua, berbuat baik kepada sesama juga termasuk ke dalam
ibadah. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan hukum-hukum Allah, sabar
menerima ujian, ridha terhadap qadha dan qadar-Nya juga termasuk ke dalam
ibadah.
Ibadah dalam islam dibagi ke dalam dua
kategori. Pertama, hubungan vertikal yaitu hubungan
ubudiyah kita kepada Allah (Hablumminallah). Hablumminallah bermakna menjaga hubungan dengan
Allah dengan selalu melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala
larangan-Nya. Sedangkan yang kedua, hubungan horizontal adalah hubungan
muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (Hablumminannas). Hablumminannas bermakna menjaga hubungan dengan
sesama manusia dengan senantiasa menjaga hubungan baik, menjaga tali
silaturrahim, memiliki kepedulian sosial, tepa selera, tenggang rasa, saling
menghormati. Kedua hal ini merupakan dua mata uang yang satu sama
lain tidak dapat dipisahkan. Tidaklah dikatakan orang baik yang menjaga
hubungan dengan Allah namun mengabaikan hubungan dengan orang lain, begitu juga
sebaliknya. Menjaga hubungan dengan Allah
sejalan dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia, bersungguh-sunguh
menegakkan ibadah kepada Allah harus dibarengi dengan kesungguhan menanam
benih-benih kebaikan terhadap sesama. Firman Allah yang artinya: “Mereka
diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka menjaga
hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia dan mereka kembali
mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan,..” (QS. Ali Imran
3: 112). Dari ayat ini dapat dipahami bahwa penyebab ditimpakan-Nya kehinaan
dan kemurkaan kepada manusia lantaran manusia tidak menjaga dan memelihara
hubungan dengan Allah dan tidak menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Komentar
Posting Komentar